Internalisasi Karakter Berbasis Kearifan Lokal: Studi Etnografi Budaya Saro’an Pada Masyarakat Muslim-Melayu Sambas
DOI:
https://doi.org/10.71242/w5cz1r96Keywords:
Character Internalization, Local Wisdom, Saro’an, Ethnography, Sambas Muslim-MalayAbstract
Local wisdom is a means of character building that is deeply rooted in society; however, amid the tide of globalization, the younger generation tends to be more familiar with foreign cultures than with local traditions. This study aims to uncover the process of character internalization based on local wisdom through the cultural practice of Saro’an among the Muslim-Malay community in Temajuk Village, Paloh Subdistrict, Sambas Regency. The study employed a qualitative approach using Spradley’s ethnographic design, involving participant observation, semi-structured interviews, and documentation of three primary informants (the neighborhood head, a religious leader, and the host of a community celebration) as well as two secondary informants, with triangulation of sources and techniques to ensure data validity. The results indicate that Saro’an unfolds through a series of stages gotong-royong, Pakatan and Hari Kaccik, Hari Basak and Dzikiran, Besurong, and finally Saprahan which collectively instill the values of care, reciprocity, respect for moral and religious authority, somatic etiquette, and social equality, while being rooted in Islamic teachings. These findings confirm that Saro’an internalizes the values of hierarchy and equality in a paired and mutually corrective manner within a single, complete ritual cycle-a relational pattern that has not been extensively explored in previous research. This understanding is crucial as a foundation for cultural preservation and the development of character education based on local wisdom in border regions.
Abstrak
Kearifan lokal merupakan sarana pembentukan karakter yang mengakar kuat dalam masyarakat, namun di tengah arus globalisasi generasi muda cenderung lebih mengenal budaya asing dibandingkan tradisi setempat. Penelitian ini bertujuan mengungkap proses internalisasi karakter berbasis kearifan lokal melalui praktik budaya Saro’an pada masyarakat Muslim-Melayu di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi Spradley, melalui observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi terhadap tiga informan primer (ketua RT, tokoh agama, dan tuan rumah hajatan) serta dua informan sekunder, dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Saro’an berlangsung dalam rangkaian tahap gotong-royong, Pakatan dan Hari Kaccik, Hari Basak dan Dzikiran, Besurong, hingga Saprahan yang secara bersamaan menanamkan nilai kepedulian, resiprositas, penghormatan pada otoritas moral-keagamaan, adab somatik, dan kesetaraan sosial, sekaligus berakar pada ajaran Islam. Temuan ini menegaskan bahwa Saro’an menginternalisasikan nilai hierarki dan kesetaraan secara berpasangan dan saling mengoreksi dalam satu siklus ritual yang utuh, sebuah pola relasional yang belum banyak diungkap penelitian terdahulu. Pemahaman ini penting sebagai dasar pelestarian budaya dan pengembangan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di wilayah perbatasan.
References
Abidin, Muhammad Zainal. 2023. “Kontekstualisasi Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Kitab Al-Barzanji Karya Syaikh Ja’far Al-Barzanji Dalam Perspektif Ulama Kota Palopo.”
Bhaskar, L. 2021. “Ethnography as a Tool to Study Indigenous Craft Clusters to Build Cultural Sensitivity and Inclusivity Amongst Design Students.” Design for Tomorrow—Volume 2. doi: 10.1007/978-981-16-0119-4_23.
Blanchard, Anita, and T. Horan. 1998. “Virtual Communities and Social Capital.” Social Science Computer Review 16:293–307. doi: 10.1177/089443939801600306.
Bourdieu, Pierre. 1977. Outline of a Theory of Practice. Cambridge University Press.
Christnawan, Dimas Bryanputra, Sanita Sitinjak, Septa Prika Pradana, and Shandrina Vellia. n.d. “Peran Kohesi Sosial Masyarakat Dalam Pembentukan Pola Permukiman Di Kawasan Transmigrasi Desa Kolikapa, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende.”
Harahap, Nursapia. 2022. “Penelitian Kualitatif.” P. 159 in PENELITIAN KUALITATIF, edited by Hasan Sazali. Wal Ashri Publishing.
Hemafitria, Hemafitria, Dasim Budimansyah, and Udin Winataputra. 2018. “Strengthening Nation’s Character through Saprahan Local Wisdom as Civic Culture of Malay Sambas Society in Kalimantan Barat.” Pp. 406–9 in Annual Civic Education Conference (ACEC 2018). Atlantis Press.
Januardi, Arif, Superman Superman, and Haris Firmansyah. 2022. “Tradisi Masyarakat Sambas: Identifikasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dan Eksistensinya.” Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora 13(1).
Lamazi, Lamazi, Muliaty Amin, Bahar Ali, and Muh. Yaumi. 2023. “Cultural Da’wah in the Sambas Malay Community through Tepung Tawar Tradition.” MUHARRIK: Jurnal Dakwah Dan Sosial. doi: 10.37680/muharrik.v6i1.2418.
Lickona, Thomas. 2013. “Character Education: The Cultivation of Virtue.” Pp. 591–612 in Instructional-design theories and models. Routledge.
Margolis, Eric. 2017. “The Hidden Curriculum in Higher Education.” Journal of Curriculum Studies 49(4):485–93. doi: 10.1080/00220272.2016.1218325.
Mauss, M. 2002. “The Gift: The Form and Reason for Exchange in Archaic Societies.” doi: 10.4324/9780203407448.
Polanyi, M. 1997. “Chapter 7 – The Tacit Dimension.” 135–46. doi: 10.1016/b978-0-7506-9718-7.50010-x.
Puspitasari, Maya. 2022. “Kerjasama Dalam Lembaga Pendidikan Berdasarkan Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Maidah Ayat 2.” Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran 2(3).
Putra, Purniadi Adi. 2019. “Implementasi Pendidikan Karakter: Integrasi Lagu Melayu Sambas Dalam Pembelajaran Pada Min Kabupaten Sambas.” Sosial Budaya 16(2):83–92.
Putri, Astrini Eka, Andang Firmansyah, Edwin Mirzachaerulsyah, and Haris Firmansyah. 2021. “Tradisi Saprahan Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal Kalimantan Barat.” Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah Dan Pendidikan 5(1):45–59.
Putu, I., Dharmawan Pradhana, Ni Made, Prihanadi Dwi, S. Putri, and K. Sutrisni. 2023. “‘Ada Apa Dengan Gen Z’ Studi Fenomenologi Generasi Net Di Tengah Dilematisasi Antara Gaya Hidup Dan Kearifan Lokal.” Jurnal Manajerial. doi: 10.30587/jurnalmanajerial.v10i03.6196.
Rahman, Nazwa Aulia. 2024. “Kultur Sosial: Lunturnya Budaya Lokal Pada Generasi Muda Di Era Digital.”
Reeves, S., A. Kuper, and B. Hodges. 2008. “Qualitative Research Methodologies: Ethnography.” BMJ : British Medical Journal 337. doi: 10.1136/bmj.a1020.
Riyadi, A., Sulistio Sulistio, and Abdul Karim. 2024. “Social Harmony through Local Wisdom: Da’wah in the Kalang Obong Tradition.” Jurnal Dakwah Risalah. doi: 10.24014/jdr.v35i1.29909.
Sari, Resta Tultuffia. 2025. “Tradisi Saprahan Masyarakat Muslim-Melayu Kalimantan Barat : Relevansinya Sebagai Sumber Belajar Agama Islam Seputar Moderasi Beragama.” 8(1):51–81.
Sumartias, S., A. Unde, Intan Prameswari Wibisana, and Aat Ruchiat Nugraha. 2020. “The Importance of Local Wisdom in Building National Character in the Industrial Age 4.0.” in Proceedings of the 3rd International Conference on Learning Innovation and Quality Education (ICLIQE 2019).
Taulidia, Tharifatut. 2023. “Konsep Ikhtilath Dalam Perspektif Al-Qur’an.” JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication 3(01):51–67.
Uys, Ciska, D. Carrieri, and K. Mattick. 2022. “The Impact of Shared Social Spaces on the Wellness and Learning of Junior Doctors: A Scoping Review.” Medical Education 57:315–30. doi: 10.1111/medu.14946.
Wahab, Wahab, Erwin Erwin, and Nopi Purwanti. 2020. “Budaya Saprahan Melayu Sambas: Asal Usul, Prosesi, Properti Dan Pendidikan Akhlak.” Arfannur 1(1):75–86.
Zarkasyi, Hamid Fahmy. 2023. Minhaj: Berislam, Dari Ritual Hingga Intelektual. 2023rd ed. Jakarta: Institute for the Study of islamic Thought and Civilizations (INSISTS).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Reno Piansyah, Nelly Mujahidah, Baidhillah Riyadhi , Lailatin Nafisah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







