Islam dan Sain: Telaah Terhadap Islamisasi Ilmu Pengetahuan dan Pengilmuan Islam
DOI:
https://doi.org/10.71242/mn1ja674Keywords:
Islam, Science, Knowledge.Abstract
This article discusses the Relations of Islam and Science by examining the Islamization of Science Syed Muhammad al-Naquib al-Attas, Kuntowijoyo Islamic Studies and the Paradigm of Interconnection Integration-Transintegration of Science Amin Abdullah. The method used in this research is descriptive-qualitative method, and is included in the literature research. The process of collecting data in this study is by observing, in the sense of tracking various references that have relevance regarding the focus of the study, both from books, articles, and so on that function to support these data. The data analysis technique used in this research is the content analysis method. From the studies conducted, it can be seen that First, there are two similarities between the Islamization of science, Islamic scholarship and the trans-integration of knowledge, namely both being an Islamic response to the development of science and both rejecting secularism. Second, the difference between the Islamization of knowledge, Islamic scholarship and the transtegration of knowledge lies in the emphasis and details of the key concepts. The Islamization of science places more emphasis on Islam, Islamic scholarship places more emphasis on science, while the integration of interconnections tends to be more balanced in seeing the relationship between Islam and science. Third, the difference between the Islamization of knowledge, Islamic scholarship and the transtegration of knowledge occurs because of differences in background between the three. The Islamization of knowledge was initiated by people who were traumatized by colonialism, while Islamic scholarship and the transtegration of knowledge were not.
Abstrak
Artikel ini membahas tentang Relasi Islam dan Sains dengan mengkaji Islamisasi Sains Syed Muhammad al-Naquib al-Attas, Kajian Islam Kuntowijoyo dan Paradigma Integrasi Interkoneksi— Transintegrasi Sains Amin Abdullah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kualitatif, dan termasuk dalam penelitian kepustakaan. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi, dalam arti menelusuri berbagai referensi yang mempunyai relevansi mengenai fokus penelitian, baik dari buku, artikel, dan lain sebagainya yang berfungsi untuk mendukung data tersebut. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi. Dari kajian yang dilakukan terlihat bahwa Pertama, terdapat dua kesamaan antara Islamisasi ilmu pengetahuan, keilmuan Islam dan transintegrasi ilmu pengetahuan, yaitu keduanya merupakan respon Islam terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan sama-sama menolak sekularisme. Kedua, perbedaan Islamisasi ilmu, keilmuan Islam, dan transintegrasi ilmu terletak pada penekanan dan rincian konsep-konsep kuncinya. Islamisasi ilmu pengetahuan lebih menekankan pada Islam, keilmuan Islam lebih menekankan pada ilmu pengetahuan, sedangkan integrasi interkoneksi cenderung lebih seimbang dalam melihat hubungan antara Islam dan ilmu pengetahuan. Ketiga, perbedaan Islamisasi ilmu, keilmuan Islam, dan transintegrasi ilmu terjadi karena perbedaan latar belakang ketiganya. Islamisasi ilmu pengetahuan diprakarsai oleh masyarakat yang trauma dengan kolonialisme, sedangkan keilmuan Islam dan transintegrasi ilmu pengetahuan tidak.
References
A. Khudori Soleh. “Pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas tentang Islamisasi Bahasa sebagai Langkah Awal Islamisasi Sains.” LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra Vol. 5. No. 1 Oktober. 2011.
A. Rahman Ritonga. “Memahami Islam Secara Kaffah: Integrasi Ilmu Keagamaan dengan Ilmu-Ilmu Umum.” Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol. 2. No. 2 Desember. 2016.
Abdullah Fikri. “Konseptualisasi Dan Internalisasi Nilai Profetik: Upaya Membangun Demokrasi Inklusif bagi Kaum Difabel di Indonesia.” INKLUSI Journal of Disability Studies Vol. 3. No. 1 Juni. 2016.
Agus Miftakus Surur. Siti Mahmudah. dan Siti Nur Khasanah. “Integrasi Ilmu Agama dengan Ilmu Umum untuk Menghadapi Era Globalisasi.” Jurnal Iqra’: Kajian Ilmu Pendidikan Vol. 3. No. 1 Juni. 2018.
Alfred Alfred. “Hubungan Sains Dan Agama Perspektif Kuntowijoyo.” Jurnal Al- Aqidah Vol. 10. No. 2 Juni. 2018.
Aminah Aminah. “Integrasi Ilmu Dan Agama dalam Menyongsong Peradaban Bangsa.” Jurnal Inspiratif Pendidikan Vol. 6. No. 1 Juni. 2017.
Aris Widodo. “Syed Muhammad Naquib Al-Attas’ Semantic Reading of Islam as Din.” Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies Vol. 47. No. 1 Juni. 2009.
Firdaus Firdaus. “Dasar Integrasi Ilmu Dalam Alquran.” Al-Hikmah: JurnalAgamaDan IlmuPengetahuan Vol. 16. No. 1 September. 2019.
Holmes Rolston. Science & Religion: A Critical Survey. Philadelphia: Templeton Foundation Press. 2006.
Ian G Barbour. Issues in Science and Religion London: Prentice-Hall. 1972.
Ifa Afida. “Pemikiran Tokoh Islamisasi Ilmu Pengetahuan: Syed Muhammad Naquib Al-Attas.” FALASIFA: Jurnal Studi Keislaman Vol. 26. No. 2 September. 2016.
Irma Suryani Siregar and Lina Mayasari Siregar. “Studi Komparatif Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi dan Syed Muhammad Naquib Al-Attas.” Al-Hikmah: Jurnal Agama danIlmu Pengetahuan Vol. 15. No. 1 April. 2018.
Kahar. “Paradigma Al-Quran Kuntowijoyo.” Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani. Vol. 5. No. 2 Oktober. 2019.
Komaruddin Sassi. “Ta’dib as a Concept of Islamic Education Purification: Study on The Thoughts of Syed Muhammad Naquib Al-Attas.” Journal of Malay Islamic Studies Vol. 2. No. 1 November. 2018.
Kuntowijoyo. Islam Sebagai Ilmu: Epistemologi. Metodologi. dan Etika Yogyakarta. Indonesia: Tiara Wacana. 2006.
Kuntowijoyo. Muslim Tanpa Masjid: Esai-Esai Agama. Budaya. dan Politik dalam Bingkai Strukturalisme Transendental Bandung: Mizan. 2001.
Kuntowijoyo. Perubahan Sosial dalam Masyarakat Agraris Madura 1850-1940 Yogyakarta: Mata bangsa. 2002.
Kusmana. “Paradigma Al-Qur’an: Model Analisis Tafsir Maqasidi dalam Pemikiran Kuntowijoyo.” Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 11. No. 2 Agustus. 2015.
Lexy J. Moleong. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2006.
M. Amin Abdullah. “Agama. Ilmu dan Budaya: Kontribusi Paradigma Integrasi- interkoneksi Ilmu dalam Menghadapi Isu-Isu Islamic Studies Kontemporer.” dalam Praksis Paradigma Integrasi-Interkoneksi Dan Transformasi Islamic Studies di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta: Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. 2014.
Moh. Soehadha. Metode Penelitian Sosial Kualitatif untuk Studi Agama. Yogyakarta: SUKA Press. 2012.
Muhammad Arif. “Gagasan Sekularisasi Politik Ibn Taymiyah.” Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama Dan Masyarakat Vol. 1. No. 2 Desember. 2017.
Muhammad Nur. “Rekontruksi Epistemologi Politik: dari Humanistikke Profetik.” Asy- Syir’ah: JurnalIlmuSyari’ahdanHukum Vol. 48. No. 1 Januari. 2014.
Syamsul Arifin. “Dimensi Profetisme Pengembangan Ilmu Sosial dalam Islam Perspektif Kuntowijoyo.” Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam Vol. 4. No. 2 Desember. 2014.
Syed Muhammad Al Naquid Al Attas. Konsep Pendidikan Dalam Islam: Suatu Rangka Pikir Pembinaan Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: Mizan. 1992.
Wardani. “Posisi Al-Qur`an DalamIntegrasi Ilmu: Telaah terhadap Pemikiran Kuntowijoyo dan M. Dawam Rahardjo.” Nun: Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara Vol. 4. No. 1 Mei. 2019.
Zuly Qodir. “Kuntowijoyo dan Kebudayaan Profetik.” Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 16. No. 1 Juni. 2015.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Kasori, Ikke Fitriana Nugrahini, Aulia Arsinta (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








