Jaringan Ilmu Nusantara-Timur Tengah Dan Peran Pesantren Dalam Jaringan-Nya

Authors

  • Muhammad Isa Anshori Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum Surakarta Author
  • Ikke Fitriana Nugrahini Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum Surakarta Author
  • Aulia Arsinta Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum Surakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.71242/xwz2pq04

Keywords:

Network, Science, Middle East, Islamic Boarding School, Archipelago

Abstract

The intellectual network between the Indonesian Archipelago and the Middle East has existed since the early centuries of Islam and has played an important role in the development of Islamic scholarship in the Southeast Asian region. This study aims to examine the dynamics of the scientific relationship between Indonesian and Middle Eastern scholars and to trace the contribution of Islamic boarding schools as traditional Islamic educational institutions in building and strengthening this network. Using a qualitative approach and literature study of manuscripts, biographies of scholars, and classical works, this study found that Islamic boarding schools have a strategic role as centers for the transmission of knowledge, preservers of scientific traditions, and liaisons between local students and centers of knowledge in the Middle East, such as Mecca, Medina, and Cairo. Through the departure of students to the Middle East and the arrival of scholars to the Indonesian Archipelago, there was an exchange of ideas, teaching methods, and the development of contextual Islamic thought. The role of Islamic boarding schools in this network is not only limited to the educational aspect, but also forms a strong, moderate, and traditional local Islamic identity. This finding emphasizes the importance of Islamic boarding schools in maintaining the continuity of global Islamic knowledge while maintaining local wisdom within the framework of Islamic civilization.

Abstrak

Jaringan intelektual antara Nusantara dan Timur Tengah telah berlangsung sejak abad-abad awal kedatangan Islam dan memainkan peran penting dalam perkembangan keilmuan Islam di kawasan Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika hubungan keilmuan antara ulama Nusantara dan Timur Tengah serta menelusuri kontribusi pesantren sebagai institusi pendidikan Islam tradisional dalam membangun dan memperkuat jaringan tersebut. Dengan pendekatan kualitatif dan studi pustaka terhadap manuskrip, biografi ulama, serta karya-karya klasik, penelitian ini menemukan bahwa pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat transmisi ilmu, pelestari tradisi keilmuan, dan penghubung antara pelajar lokal dengan pusat-pusat ilmu di Timur Tengah, seperti Mekkah, Madinah, dan Kairo. Melalui keberangkatan santri ke Timur Tengah dan kedatangan ulama ke Nusantara, terjadi pertukaran ide, metode pengajaran, serta pengembangan pemikiran keislaman yang kontekstual. Peran pesantren dalam jaringan ini tidak hanya terbatas pada aspek pendidikan, tetapi juga membentuk identitas keislaman lokal yang kuat, moderat, dan berakar pada tradisi. Temuan ini menegaskan pentingnya pesantren dalam mempertahankan kesinambungan keilmuan Islam global sekaligus merawat kearifan lokal dalam bingkai peradaban Islam.

References

Adiyes Putra, P., Suparmin, S., & Anggraini, T. (2022). Fatwa (al-ifta’); Signifikansi Dan Kedudukannya Dalam Hukum Islam. Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian Dan Kajian Sosial Keagamaan, 19(1), 27–38. https://doi.org/10.46781/al-mutharahah.v19i1.394

Arafah, S. (2020). Moderasi Beragama: Pengarusutamaan Kearifan Lokal Dalam Meneguhkan Kepelbagaian (Sebuah Praktik Pada Masyarakat Plural). Mimikri: Jurnal Agama Dan Kebudayaan, 6(1), 58–73.

Arif, M. (2017). Studi Islam dalam Dinamika Global. In Islamic. STAIN Kediri Press.

Barir, M. (2015). Peradaban al-Qurâ€TMan dan Jaringan Ulama di Pesisir. Suhuf, 8(2), 371–390. https://doi.org/10.22548/shf.v8i2.11

Fuad, A. J. (2020). Akar Sejarah Moderasi Islam Pada Nahdlatul Ulama. Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman, 31(1), 153–168. https://doi.org/10.33367/tribakti.v31i1.991

Fuadi, M. A. (2023). Khazanah Ulama Nusantara: Telaah Metodologis Kitab Misbāhu Al-Dzulām Karya KH. Muhajirin Amsar. The International Journal of Pegon, 9(1), 83–101.

Ginda Harahap. (2018). Konsep Komunikasi Pendidikan Dalam Perspektif Al-Qur’an. Jurnal Dakwah Risalah, 29, 143–160.

Grace, & Haudi. (2021). Tunggal Ika Dalam Kemasyarakatan Buddhis. Jiapab, 3(1), 36–46.

Hadiapurwa, A., Riani, P., Yulianti, M. F., & Yuningsih, E. K. (2021). Implementasi Merdeka Belajar untuk Membekali Kompetensi Generasi Muda dalam Menghadapi Era Society 5.0. Al-Mudarris (Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam), 4(1), 115–129. https://doi.org/10.23971/mdr.v4i1.3140

Harahap, D. (2021). Peran Ulama Timur Tengah Tengah Tehadap Nusantara Abad XVII dan VXIII Akar Pembaharuan Pemikiran Islam. Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah FDIK IAIN Padangsidimpuan, 3(1), 157–172. https://doi.org/10.24952/tad.v3i1.4178

Irmania, E., Trisiana, A., & Salsabila, C. (2021). Upaya mengatasi pengaruh negatif budaya asing terhadap generasi muda di Indonesia. Universitas Slamet Riyadi Surakarta, 23(1), 148–160.

Kuswandi, D., Rusli, R., & Sani, A. (2024). Kultur Masyarakat Melayu: Studi Etnografi Islam Melayu Nusantara Abad 18. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal, 6, 1470–1486. https://doi.org/10.47476/reslaj.v6i3.5515

Latifah, U., Baihaqi, Y., & Jayusman, J. (2022). Analisis Keputusan Musyawarah Nasional Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama Tahun 2019 Tentang Hukum Bisnis Multi Level Marketing. Asas, 13(2), 1–23. https://doi.org/10.24042/asas.v13i2.11276

Lestari, F. A. (2020). Upaya Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Kelas XI melalui Kegiatan Keagamaan Harian di SMKN 1 Jenangan Ponorogo. Institut Agama Islam Negeri Ponorogo.

Mabrur, M. A. (2016). Pengaruh Karya Syekh Nawawi Al-Bantani Dalam Tradisi Kajian Kitab Kuning (Kitab Klasik) Di Pesantren Buntet. Tamaddun, 4(2), 69–92. https://doi.org/10.24235/tamaddun.v1i2.1179.g841

Marlion, F. A., Kamaluddin, K., & Rezeki, P. (2021). Tasybih At-Tamtsil Dalam Al-Qur΄an: Analisis Balaghah Pada Surah Al-Kahfi. Lughawiyah: Journal of Arabic Education and Linguistics, 3(1), 33. https://doi.org/10.31958/lughawiyah.v3i1.3210

Muhammad, H. N., Karim, D. A., & Fauziyah, D. H. (2022). Corak Sufistik dalam Tafsir Fayd Ar-Rahman. Ulumul Qur’an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 2(2), 209–225. https://doi.org/10.58404/uq.v2i2.112

Nafisatuzzahro. (2016). Tafsir Al-Qur’an Audiovisual di Cybermedia: Kajian Terhadap Tafsir Al- Qur’an di YouTube dan Implikasinya terhadap Studi al- Qur’an dan Tafsir. In Tesis. Uin Sunan Kalijaga.

Sabila, A. T., & Mutrofin, M. (2023). Urgensi Peningkatan Kualitas Literasi Keislaman Melalui Digitalisasi (Studi Pada Followers Tiktok Da’i Muda Husain Basyaiban. Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 8(1), 45. https://doi.org/10.29240/jdk.v8i1.7335

Said, H. A. (2018). Mengenal Tafsir Nusantara: Melacak Mata Rantai Tafsir Dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura Hingga Brunei Darussalam. Refleksi, 16(2), 205–231. https://doi.org/10.15408/ref.v16i2.10193

Stai, A. U., Ulama, N., & Lampung, K. (2019). Integrasi Sosial Dalam Membangun Keharmonisan Masyarakat. Integrasi Sosial Dalam Membangun Keharmonisan Masyarakat JAWI, 2(1), 65–86.

Su’aidi, H. (2013). Jaringan Ulama Hadits Indonesia. Jurnal Penelitian, P3M STAIN Pekalongan, 5(2), 13–14.

Sugiono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif,Dan R&D. Alfabeta.

Sugiono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan. Alfabeta.

Suprapto. (2020). Integrasi Moderasi Beragama dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan, 18(3), 355–368. https://doi.org/10.32729/edukasi.v18i3.750

Syam, J. (2016). Pendidikan Berbasis Islam yang Memandirikan dan Mendewasakan. EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 2(2), 76.

Tamin, O. Z. (1997). Penerapan Konsep Interaksi Tata Guna Lahan-Sistem Transportasi. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 8(3), 34–52.

Downloads

Published

2024-07-27

How to Cite

Jaringan Ilmu Nusantara-Timur Tengah Dan Peran Pesantren Dalam Jaringan-Nya. (2024). Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam , 1(3), 300-309. https://doi.org/10.71242/xwz2pq04